Kantor Pemerintah Way Kanan Sepi, pejabat Pemda Waykanan tak lagi ngator jelang lebaran dan libur panjang

Way Kanan

Menjelang libur panjang Idul Fitri, aktivitas perkantoran pemerintah di sejumlah instansi di Kabupaten Way Kanan mulai terlihat sepi. Pada hari Senin dan Selasa, 16 dan 17 Maret 2026 yang menjadi hari “kejepit” sebelum dimulainya cuti bersama, banyak pejabat setingkat Kepala Dinas dan Aparatur Sipil Negara (ASN) diduga sudah tidak lagi masuk kerja.

Pantauan di beberapa kantor pemerintahan menunjukkan aktivitas pelayanan publik berjalan tidak maksimal. Beberapa ruangan terlihat kosong, sementara sejumlah warga yang datang mengurus administrasi harus menunggu lebih lama karena petugas yang berwenang tidak berada di tempat.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa karena pelayanan yang dibutuhkan tidak bisa diselesaikan pada hari itu. Ia mengatakan bahwa dirinya sudah datang sejak pagi, namun pejabat yang seharusnya menangani urusannya tidak berada di kantor.

“Katanya masih hari kerja, tapi banyak yang tidak masuk. Kami jadi bingung harus mengurus ke siapa,” ujarnya, Senin (16/3/2026).

Situasi ini menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Pasalnya, secara kalender resmi, hari Senin dan Selasa tersebut masih merupakan hari kerja sebelum dimulainya masa cuti bersama Lebaran. Namun, kenyataannya sejumlah pejabat dan ASN diduga telah lebih dulu meninggalkan tugasnya.

Sorotan juga tertuju pada pimpinan daerah. Pada Selasa, 17 Maret 2026, berdasarkan pantauan terhadap agenda harian resmi Pemerintah Kabupaten Way Kanan, tidak terlihat adanya kegiatan yang dijadwalkan untuk Bupati. Kondisi ini memunculkan anggapan di tengah masyarakat bahwa aktivitas pemerintahan mulai mengendur, bahkan dari tingkat pimpinan.

Sejumlah pihak menilai bahwa sebagai kepala daerah, bupati seharusnya memberikan contoh kedisiplinan kepada seluruh aparatur. Ketika pimpinan terlihat tidak memiliki agenda atau aktivitas resmi pada hari kerja, hal tersebut dikhawatirkan dapat menjadi preseden yang kurang baik bagi para ASN di lingkungan pemerintah daerah.

“Pimpinan itu panutan. Kalau di hari kerja saja aktivitas pemerintahan terlihat kosong, tentu ini bisa ditafsirkan macam-macam oleh masyarakat,” kata seorang warga yang turut menyoroti kondisi tersebut.

Pengamat kebijakan publik juga menilai disiplin kerja aparatur seharusnya tetap dijaga hingga hari kerja terakhir sebelum masa libur resmi dimulai.

“Kalau memang hari kerja, pelayanan harus tetap berjalan normal. Jangan sampai masyarakat yang dirugikan karena pelayanan terhenti lebih awal,” ujarnya.

Fenomena “kantor sepi” di hari kejepit jelang Lebaran ini hampir setiap tahun menjadi sorotan. Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat melakukan pengawasan lebih ketat agar disiplin ASN tetap terjaga dan pelayanan publik tidak terabaikan, terutama menjelang libur panjang ketika kebutuhan administrasi masyarakat justru meningkat. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *